Rabu, 30 Januari 2019

PUASA ROJAB

Saat ini kita sedang berada di bulan Rajab, salah satu bulan haram yang merupakan bulan yang mendapat kemuliaan dalam agama. Dalam bulan Rajab lumrahnya umat Islam memperbanyak ibadat kepada Allah apabalagi dua bulan lagi bulan suci Ramadhan akan segera tiba. Salah satu ibadat yang ramai dilakukan oleh kaum muslim adalah berpuasa. 

Ahli hadis yang diberi gelar Amirul Mu'minin fil Hadis, al-Hafidz Ibnu Hajar, telah mengarang sebuah kitab Tabyin al-'Ajab fi Ma Warada fi Fadhli Rajab yang mengulas tentang dalil-dalil hadis keutamaan bulan Rajab dengan menjelaskan hadist-hadist yang shahih dan dlaif bahkan maudlu' (palsu), begitu pula tentang dalil puasa di bulan Rajab. Di awal pembahasannya, al-Hafidz Ibnu Hajar berkata: "Tidak ada dalil sahih secara khusus untuk berpuasa dan ibadah malam di bulan Rajab". Namun Ibnu Hajar mengulas beberapa hadis yang secara umum memberi indikasi keutamaan puasa di bulan Rajab.

➤Pertama hadis Usamah bin Zaid, ia bertanya kepada Rasulullah Saw:

 قُلْت يَا رَسُول اللَّه لَمْ أَرَك تَصُومُ مِنْ شَهْر مِنْ الشُّهُور مَا تَصُوم مِنْ شَعْبَان ، قَالَ : ذَلِكَشَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاس عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَان ، وَهُوَ شَهْر تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَال إِلَى رَبّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ 

"Wahai Rasulullah, saya tidak menjumpai Engkau berpuasa di bulan-bulan yang lain sebagaimana Engkau berpuasa di bulan Sya'ban. Rasulullah menjawab: "Sya'ban adalah bulan yang dilupakan oleh orang-orang antara bulan Rajab dan Ramadlan. Bulan Sya'ban adalah bulan laporan amal kepada Allah. Maka saya senang amal saya dilaporkan sementara saya dalam kondisi berpuasa" (HR Nasai, Abu Dawud dan disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah. Baca Fathul Bari Syarah Sahih Bukhari karya al-Hafidz Ibnu Hajar, VI/238. Ibnu Hajar juga menilainya sahih)

➤al-Hafidz Ibnu Hajar berkata:

 فَهَذَا فِيْهِ إِشْعَارٌ بِأَنَّ فِي رَجَبَ مُشَابَهَةً بِرَمَضَانَ، وَأَنَّ النَّاسَ يَشْتَغِلُوْنَ مِنَ الْعِبَادَةِ بِمَا يَشْتَغِلُوْنَ بِهِ فِي رَمَضَانَ، وَيَغْفُلُوْنَ عَنْ نَظِيْرِ ذلِكَ فِي شَعْبَانَ. لِذَلِكَ كَانَ يَصُوْمُهُ. وَفِيْ تَخْصِيْصِهِ ذَلِكَ بِالصَّوْمِ - إِشْعَارٌ بِفَضْلِ رَجَبَ، وَأَنَّ ذَلِكَ كَانَ مِنَ الْمَعْلُوْمِ الْمُقَرَّرِ لَدَيْهِمْ. 

"Hadis ini memberi penjelasan bahwa bulan Rajab dan Ramadlan memiliki kesamaan dalam hal keutamaan. Dan Rasulullah yang menyebut secara khusus tentang puasa juga memberi penjelasan tentang keutamaan Rajab" (Tabyin al-Ajab hal. 2) 

➤Kedua hadis seorang sahabat yang meminta kepada Nabi agar diperintah melakukan puasa, maka Nabi bersabda:

 عَنْ مُجِيبَةَ الْبَاهِلِيَّةِ عَنْ أَبِيهَا أَوْ عَمِّهَا أَنَّهُ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ انْطَلَقَ فَأَتَاهُ بَعْدَ سَنَةٍ وَقَدْ تَغَيَّرَتْ حَالَتُهُ وَهَيْئَتُهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمَا تَعْرِفُنِى قَالَ « وَمَنْ أَنْتَ ». قَالَ أَنَا الْبَاهِلِىُّ الَّذِى جِئْتُكَ عَامَ الأَوَّلِ. قَالَ « فَمَا غَيَّرَكَ وَقَدْ كُنْتَ حَسَنَ الْهَيْئَةِ ». قَالَ مَا أَكَلْتُ طَعَامًا إِلاَّ بِلَيْلٍ مُنْذُ فَارَقْتُكَ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لِمَ عَذَّبْتَ نَفْسَكَ ». ثُمَّ قَالَ « صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ وَيَوْمًا مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ». قَالَ زِدْنِى فَإِنَّ بِى قُوَّةً. قَالَ « صُمْ يَوْمَيْنِ ». قَالَ زِدْنِى. قَالَ « صُمْ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ ». قَالَ زِدْنِى. قَالَ « صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ ». وَقَالَ بِأَصَابِعِهِ الثَّلاَثَةِ فَضَمَّهَا ثُمَّ أَرْسَلَهَا 

"Puasalah di bulan Sabar (Ramadlan) dan dua hari setiap bulan". Sahabat berkata: ”Tambahkanlah Nabi, saya masih mampu". Nabi bersabda: "Puasalah tiga hari". Sahabat berkata: "Tambahkanlah Nabi". Maka Nabi bersabda: "Puasalah di bulan-bulan mulia dan tinggalkan. Puasalah di bulan-bulan mulia dan tinggalkan. Puasalah di bulan-bulan mulia dan tinggalkan (diulang tiga kali. Rasulullah menggenggam tangannya lalu melepaskannya)" (HR Ahmad No 20338, Abu Dawud No 2428, Ibnu Majah No 1741, Nasai dalam Sunan al-Kubra No 2743, Thabrani No 18336 dan al Baihaqi dalam Syu'ab al-Iman No 3738)

 ➤al-Hafidz Ibnu Hajar berkata:

 فَفِي هَذَا اْلخَبَرِ – وَإنْ كَانَ فِي إِسْنَادِهِ مَنْ لاَ يُعْرَفُ - مَا يَدُلُّ عَلَى اسْتِحْبَابِ صِيَامِ بَعْضِ رَجَبَ، لأَنَّهُ أَحَدُ اْلأَشْهُرِ اْلحُرُمِ

" Hadis ini menunjukkan anjuran puasa sebagian bulan Rajab. Sebab bulan Rajab adalah salah satu bulan yang mulia (Asyhur al-Hurum sebagaimana dalam at-Taubah 36 diatas)" Dan yang dimaksud bahwa Rasulullah bersabda sebanyak puasa 3 kali, menunjukkan bahwa yang sunah puasa di bulan Rajab adalah sebanyak 3 hari.Sedangkan riwayat atsar dari Sahabat yang seolah tidak ada anjuran berpuasa di bulan Rajab juga segera direspon oleh Ulama ahli hadis, misalnya riwayat berikut ini: "Utsman bin Hakim al-Anshari bertanya kepada Said bin Jubair tentang puasa Rajab (saat itu sedang di bulan Rajab). Said menjawab: Saya mendengar Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah Saw berpuasa sehingga kami berkata: Rasulullah tidak berbuka. Dan Rasul berbuka sehingga kami berkata: Rasulullah tidak berpuasa" (HR Muslim No 2782) 

➤Imam an-Nawawi menjawab: 

الظَّاهِر أَنَّ مُرَاد سَعِيد بْن جُبَيْر بِهَذَا الِاسْتِدْلَال أَنَّهُ لَا نَهْيَ عَنْهُ ، وَلَا نَدْب فِيهِ لِعَيْنِهِ ، بَلْ لَهُ حُكْم بَاقِي الشُّهُور ، وَلَمْ يَثْبُت فِي صَوْم رَجَب نَهْيٌ وَلَا نَدْبٌ لِعَيْنِهِ ، وَلَكِنَّ أَصْلَ الصَّوْمِ مَنْدُوبٌ إِلَيْهِ ، وَفِي سُنَن أَبِي دَاوُدَ أَنَّ رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَدَبَ إِلَى الصَّوْم مِنْ الْأَشْهُر الْحُرُم ، وَرَجَب أَحَدهَا . وَاَللَّهُ أَعْلَمُ . (شرح النووي على مسلم - ج 4 / ص 167) 

"Yang dimaksud dengan jawaban Said bin Jubair adalah tidak ada larangan untuk berpuasa di bulan Rajab dan tidak ada anjuran secara khusus untuk puasa di bulan tersebut. Tetapi Rajab sama dengan bulan yang lainnya. Namun sebenarnya hakikat puasa adalah sunah. Di dalam Sunan Abi Dawud dijelaskan bahwa Rasulullah Saw menganjurkan puasa di bulan-bulan Haram (Bulan Mulia), dan Rajab adalah salah satunya" (Syarah Muslim IV/167)

➤Begitu pula jawaban dari al-Hafidz as-Suyuthi, bahkan beliau meriwayatkan atsar yang lain, yaitu Abu Qilabah berkata:

 وَلَمْ يَثْبُتْ فِي صَوْمِ رَجَبَ نَهْيٌ وَلاَ نَدْبٌ بِعَيْنِهِ وَلَكِنْ أَصْلُ الصًّوْمِ مَنْدُوْبٌ إِلَيْهِ وَفِي سُنَنِ أَبِي دَاوُدَ أنَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَدَبَ إِلَى الصَّوْمِ مِنَ اْلأَشْهُرِ اْلحُرُمِ وَرَجَبُ أَحَدُهَا اِنْتَهَى قُلْتَ وَرَوَى الْبَيْهَقِي فِي شُعَبِ اْلإِيْمَانِ عَنْ أَبِي قِلاَبَةَ قَالَ فِي الْجَنَّةِ قَصْرٌ لِصُوَّامِ رَجَبَ وَقَالَ هَذَا أَصَحُّ مَا وَرَدَ فِي صَوْمِ رَجَبَ قَالَ وَأبُوْ قِلاَبَةَ مِنَ التَّابِعِيْنَ وَمِثْلُهُ لاَ يَقٌُوْلُ ذَلِكَ إِلاَّ عَنْ بَلاَغٍ مِمَّنْ فَوْقَهُ عَمَّنْ يَأْتِيْهِ الْوَحْيُ (الديباج على مسلم ج 3 / ص 238) 

"Di surga ada istana yang diperuntukkan bagi orang-orang yang berpuasa di bulan Rajab". Ahmad (bin Hanbal) berkata: "Kendatipun diwayat ini mauquf pada Abu Qilabah, sementara dia adalah Tabi'in, namun hal semacam ini hanya diucapkan oleh seorang yang menerima wahyu (Rasulullah Saw)". Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam Syu'ab al-iman No 3641 dan disahihkan oleh al-Hafidz as-Suyuthi dalam ad-Dibaj Syarah Sahih Muslim bin Hajjaj III/238.

➤Imam Mawardi dalam kitab beliau Hawy Kabir jilid 3 hal 474 Cet. Dar Kutub Ilmiyah thn 1999:

 فصل : ومن ذلك شهر رجب فضل الصيام فيه ، روي عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه سئل : أي الصوم أفضل بعد شهر رمضان ؟ فقال : " شهر الله الأصم " وروي الأصب . قال أبو عبيد : يعني رجبا ؛ لأن الله تعالى يصب فيه الرحمة صبا ، وسمي أصم ؛ لأن الله تعالى حرم فيه القتال ، فلا يسمع فيه سفك دم ، ولا حركة سلاح وروى عكرمة عن ابن عباس أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : " صيام أول يوم من رجب كفارة ثلاث سنين ، وصيام اليوم الثاني كفارة سنتين ، وصيام اليوم الثالث كفارة سنة ثم كل يوم كفارة شهر

 ". Fashl; sebagian dari demikian (kelebihan puasa dalam bulan selain Ramadhan) adalah bulan Rajab. Kelebihan puasa dalam bulan Rajab diriwayatkan dari Rasulullah bahwasanya beliau ditanyakan : “apa puasa yang lebih afdhal setelah Ramadhan ? beliau menjawab “bulan Allah Asham. Dalam riwayat yang lain al-Ashab. Abu `Ubaid berkata “maksudnya bulan Rajab”. Karena Allah ta`ala menuangkan rahmat pada bulan Rajab. Dan dinamakan dengan bulan Asham karena Allah ta`ala mengharamkan berperang pada bulan tersebut maka tidak terdengar adanya pertumpahan darah dan gerakan senjata pada bulan tersebut. Ikrimah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah berkata “puasa awal dari bulan Rajab menghapuskan dosa tiga tahun dan puasa hari kedua menghapuskan dosa dua tahun dan puasa hari ketiga menghapuskan dosa setahun dan puasa tiap hari menghapuskan dosa sebulan.


 PUASA ROJAB DALAM PANDANGAN MADZHAB :

➤Syaikh Abdurrahman al-Jaziri menjelaskan dalam kitabnya yang menghimpun 4 madzhab Ahlisunnah wal Jamaah, pendapat para ulama mengenai puasa bulan Rajab, beliau berkata:

 يُنْدَبُ صَوْمُ شَهْرِ رَجَبَ وَشَعْبَانَ بِاتِّفَاقِ ثَلَاثَةٍ مِنَ الْأَئِمَّةِ وَخَالَفَ الْحَنَابِلَةُ ( الْحَنَابِلَةُ قَالُوْا : إِفْرَادُ رَجَبَ بِالصَّوْمِ مَكْرُوْهٌ إِلَّا إِذَا أَفْطَرَ فِي أَثْنَائِهِ فَلَا يُكْرَهُ ) (الفقه على المذاهب الأربعة – ج 1 / ص 895) 

“Dianjurkan puasa bulan Rajab dan Sya’ban, berdasarkan kesepakatan 3 madzhab (Hanafi, Maliki dan Syafii). Sedangkan madzhab Hanbali berbeda. Mereka berkata: Mengkhususkan bulan Rajab dengan berpuasa adalah makruh, kecuali tidak melakukan puasa di bulan Rajab secara penuh selama 1 bulan” (al-Fiqh ala Madzahib al-Arba’ah 1/895) 

➤Mengenai bulan-bulan 4 yang mulia diatas, Syaikh Abdurrahman al-Jaziri kembali menjelaskan pandangan ulama 4 madzhab sebagai berikut:

 أَمَّا الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ وَهِيَ أَرْبَعٌ : ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَةٌ وَهِيَ ذُوْ الْقَعْدَةِ وَذُوْ الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمِ وَوَاحِدٌ مُنْفَرِدٌ وَهُوَ رَجَبُ فَإِنَّ صِيَامَهَا مَنْدُوْبٌ عِنْدَ ثَلَاثَةٍ مِنَ الْأَئِمَّةِ وَخَالَفَ الْحَنَفِيَّةُ ( الْحَنَفِيَّةُ قَالُوْا : الْمَنْدُوْبُ فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ أَنْ يَصُوْمَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلٍّ مِنْهَا وَهِيَ : الْخَمِيْسُ وَالْجُمْعَةُ وَالسَّبْتُ ) (الفقه على المذاهب الأربعة – ج 1 / ص 895) 

“Adapun bulan-bulan mulia, yaitu 4 bulan, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab, maka melakukan puasa di bulan-bulan tersebut adalah sunah menurut 3 madzhab, yakni Maliki, Syafii dan Hanbali. Adapun madzhab Hanafi berkata: Yang sunah dalam berpuasa di bulan-bulan mulia tersebut adalah berpuasa sebanyak 3 hari, yaitu hari Kamis, Jumat dan Sabtu” (al-Fiqh ala Madzahib al-Arba’ah 1/895)


Secara terperinci berikut adalah pendapat para Ulama Madzhab : 

• Madzhab Hanafi

 لِأَنَّ صَوْمَ رَجَبَ كَانَ مَشْرُوعًا (المبسوط ابو بكر السرخسي- ج 4 / ص 72) 

“Puasa Rajab adalah disyariatkan” (Abu Bakar as-Sarakhsi dalam al-Mabsut, 4/72) 

• Madzhab Maliki

 وَنُدِبَ صَوْمُ بَقِيَّةِ الْمُحَرَّمِ وَصَوْمُ رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَنُدِبَ صَوْمُ يَوْمِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ لِمَنْ أَرَادَ الِاقْتِصَارَ (حاشية الصاوي على الشرح الصغير – ج 3 / ص 251)

“ Disunahkan puasa di bulan-bulan mulia, puasa bulan Rajab, Sya’ban dan puasa di pertengahan Sya’ban yang yang ingin meringkasnya” (Syaikh ash-Shawi dalam Syarah ash-Shaghir 3/251) 

• Madzhab Syafii 

قِيْلَ: وَمِنَ الْبِدَعِ صَوْمُ رَجَبَ، وَلَيْسَ كَذَلِكَ بَلْ هُوَ سُنَّةٌ فَاضِلَةٌ، كَمَا بَيَّنْتُهُ فِي الْفَتَاوِي وَبَسَطْتُ الْكَلَامَ عَلَيْهِ (إعانة الطالبين - ج 1 / ص313) 

“Dikatakan bahwa puasa Rajab adalah bid’ah, maka itu tidak benar, bahkan suatu kesunahan yang utama sebagaimana saya terangkan dalam kitab al-Fatawi karya Ibnu Hajar al-Haitami” (Syaikh Abu Bakar ad-Dimyathi dalam Ianatut Thalibin 1/313) 

• Madzhab Hanbali

 قَالَ فِي الْفُرُوعِ : لَمْ يَذْكُرْ أَكْثَرُ الْأَصْحَابِ اسْتِحْبَابَ صَوْمِ رَجَبٍ وَشَعْبَانَ . وَاسْتَحْسَنَهُ ابْنُ أَبِي مُوسَى فِي الْإِرْشَادِ . قَالَ ابْنُ الْجَوْزِيِّ فِي كِتَابِ أَسْبَابِ الْهِدَايَةِ : يُسْتَحَبُّ صَوْمُ الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ وَشَعْبَانَ كُلِّهِ ، وَهُوَ ظَاهِرُ مَا ذَكَرَهُ الْمَجْدُ فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ ، وَجَزَمَ بِهِ فِي الْمُسْتَوْعِبِ ، وَقَالَ : آكَدُ شَعْبَانَ يَوْمُ النِّصْفِ ، وَاسْتَحَبَّ الْآجُرِّيُّ صَوْمَ شَعْبَانَ ، وَلَمْ يَذْكُرْ غَيْرَهُ ، وَقَالَ الشَّيْخُ تَقِيُّ الدِّينِ : فِي مَذْهَبِ أَحْمَدَ وَغَيْرِهِ نِزَاعٌ . قِيلَ : يُسْتَحَبُّ صَوْمُ رَجَبٍ وَشَعْبَانَ ، وَقِيلَ : يُكْرَهُ (الإنصاف علي بن سليمان المرداوي - ج 5 / ص 500) 

“Ibnu Muflih berkata dalam kitab al-Furu’: Kebanyakan ulama Hanbali tidak menyebutkan kesunahan puasa bulan Rajab dan Sya’ban. Sedangkan Syaikh Ibnu Abi Musa dalam kitabnya al-Irsyad menilainya sebagai sesuatu yang bagus. Ibnu al-Jauzi berkata dalam kitab Asbab al-Hidayah: Dianjurkan berpuasa di bulan-bulan mulia dan bulan Sya’ban keseluruhannya. Ini adalah pendapat yang disebutkan oleh al-Majdu tentang bulan-bulan mulia. Syaikh Taqiyuddin (Ibnu Taimiyah berkata): Dalam Madzhab Imam Ahmad dan lainnya ada perbedaan pendapat dalam masalah ini. Ada yang mengatakan sunah puasa Rajab dan Sya’ban dan ada yang mengatakan makruh” (Syaikh Ali bin Sulaiman al-Marwadi dalam al-Inshaf 5/500) 

➤Berkenaan dengan beberapa hadits bulan Rajab, Imam As-Sayuthy pernah di tanyakan sebagaimana tersebut dalam kitab beliau Hawi lil Fatawy :

 مسألة : …في في حديث أنس قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم : ( إن في الجنة نهراً يقال له رجب ماؤه أبيض من اللبن وأحلى من العسل من صام يوماً من رجب سقاه الله من ذلك النهر ) ...وحديث ابن عباس قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم : ( من صام من رجب يوما كان كصيام شهر ، ومن صام منه سبعة أيام غلقت عنه أبواب الجحيم السبعة ، ومن صام منه ثمانية أيام فتحت له أبواب الجنة الثمانية ومن صام منه عشرة أيام بدلت سيئاته حسنات ) هل هذه الأحاديث موضوعة … ؟ الجواب : ليست هذه الأحاديث بموضوعة بل هي من قسم الضعيف الذي تجوز روايته في الفضائل أما الحديث الأول فأخرجه أبو الشيخ بن حيان في كتاب الصيام والأصبهاني وابن شاهين كلاهما في الترغيب والبيهقي وغيرهم قال الحافظ إبن حجر : وليس في اسناده من ينظر في حاله سوى منصور بن زائدة الأسدي … وأما الحديث الثالث فأخرجه البيهقي في فضائل الأوقات وغيره وله طرق وشواهد ضعيفة لا تثبت إلا أنه يرتقي عن كونه موضوعاً 

Masalah: Tentang hadits riwayat Anas Rasulullah berkata: “sesungguhnya di dalam surga ada sebuah sungai yang disebut dengan Rajab, airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu. Barangsiapa yang berpausa pada bulan Rajab niscaya Allah akan memberinya minum dari sungai tersebut… Dan hadist Ibnu Abbas, Rasulullah berkata : “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Rajab sehari niscaya seperti puasa sebulan. Barangsiapa yang berpuasa tujuh dari di bulan Rajab niscaya di kuncikan baginya tujuh pintu neraka Jahim. Barangsiapa berpuasa selama delapan hari niscaya dibukakan baginya delapan pintu surga. Barangsiapa berpuasa dalam bulan Rajab selama sepuluh hari niscaya digantikan keburukannya dengan kebaikan. Apakah semua hadist ini maudhu`…? Jawab: Hadits-hadits ini bukanlah hadist maudhu` tetapi merupakan bahagian dari hadist dhaif yang boleh diriwayatkan pada fadhail a`mal (keutamaan beramal). Hadist pertama di riwayatkan oleh Abu Syeikh bin Hayyan dalam kitab ash-Shiyam dan diriwayatkan oleh al-Ashbihany dan Ibnu Syahin dalam kitab Targhib dan juga diriwayatkan oleh Imam Baihaqy dan lainya. Imam Ibnu Hajar al-Asqalany berkata tidak ada pada sanadnya perawi yang perlu ditinjau keadaannya selain Manshur bin Zaidah al-Asady. Adapun hadits yang ketiga maka diriwayatkan oleh Imam Baihaqy dalam kitab Fadhail Auqat dan kitab yang lain. Hadits ini juga memiliki thariq dan syahid (pendukung) yang dhaif yang tidak stubut tetapi jauh dari keadaanya sebagai hadits maudhu` (hadits palsu). (Imam as-Sayuthy, Hawi lil Fatawy jilid 1 hal 339 Beirut, Dar Kutub Ilmiyah th 2000) 

➤Imam Ibnu Hajar al-Haitami berkata dalam al-Fatawa al-Kubra al-Fiqhiyyah (2/53) dan fatwa beliau mengutip dari fatwa al-Imam Izzuddin bin Abdussalam (hal. 119):

 قال ابن حجر كما في الفتاوى الفقهية الكبرى 2/53 :( ويوافقه إفتاء العز بن عبد السلام فإنه سئل عما نقل عن بعض المحدثين من منع صوم رجب وتعظيم حرمته وهل يصح نذر صوم جميعه فقال في جوابه :نذر صومه صحيح لازم يتقرب إلى الله تعالى بمثله والذي نهى عن صومه جاهل بمأخذ أحكام الشرع وكيف يكون منهيا عنه مع أن العلماء الذين دونوا الشريعة لم يذكر أحد منهم اندراجه فيما يكره صومه بل يكون صومه قربة إلى الله تعالى لما جاء في الأحاديث الصحيحة من الترغيب في الصوم مثل : قوله صلى الله عليه وسلم { يقول الله كل عمل ابن آدم له إلا الصوم } وقوله صلى الله عليه وسلم { لخلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك } وقوله { إن أفضل الصيام صيام أخي داود كان يصوم يوما ويفطر يوما } وكان داود يصوم من غير تقييد بما عدا رجبا من الشهور ) اه 

“Ibnu Hajar, (dan sebelumnya Imam Izzuddin bin Abdissalam ditanya pula), tentang riwayat dari sebagian ahli hadits yang melarang puasa Rajab dan mengagungkan kemuliaannya, dan apakah berpuasa satu bulan penuh di bulan Rajab sah? Beliau berkata dalam jawabannya: “Nadzar puasa Rajab hukumnya sah dan wajib, dan dapat mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukannya. Orang yang melarang puasa Rajab adalah orang bodoh dengan pengambilan hukum-hukum syara’. Bagaimana mungkin puasa Rajab dilarang, sedangkan para ulama yang membukukan syariat, tidak seorang pun dari mereka yang menyebutkan masuknya bulan Rajab dalam bulan yang makruh dipuasai. Bahkan berpuasa Rajab termasuk qurbah (ibadah sunnah yang dapat mendekatkan) kepada Allah, karena apa yang datang dalam hadits-hadits shahih yang menganjurkan berpuasa seperti sabda Nabi SAW: “Allah berfirman, semua amal ibadah anak Adam akan kembali kepadanya kecuali puasa”, dan sabda Nabi SAW: “Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum menurut Allah dari pada minyak kasturi”, dan sabda Nabi SAW: “Sesungguhnya puasa yang paling utama adalah puasa saudaraku Dawud. Ia berpuasa sehari dan berbuka sehari.” Nabi Dawud AS berpuasa tanpa dibatasi oleh bulan misalnya selain bulan Rajab.”



 DI ANTARA FADHILAH PUASA ROJAB 

➤Dinukil dari kitab Al Ghunyah, karya Syeikh Abdul Qadir Al Jilani, juz 1 halaman 235-236

 وَأَخْبَرَنَا الشَّيْخُ الْإِمَامُ هِبَةُ اللهِ بِإِسْنَادِهِ عَنْ مَيْمُوْنِ بْنِ مَهْرَانَ بِإِسْنَادِهِ عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ (( مَنْ صَامَ أَوَّلَ يَوْمٍ مِنْ رَجَبٍ عَدَلَ صِيَامَ شَهْرٍ وَمَنْ صَامَ سَبْعَةَ أَيَّامٍ غُلِّقَتْ عَنْهُ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ السَّبْعَةُ، وَمَنْ صَامَ ثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ ، وَمَنْ صَامَ مِنْهَا عَشْرَةَ أَيَّامٍ ، بَدَّلَ اللهُ سَيِّئَاتِهِ حَسَنَاتٍ، وَمَنْ صَامَ مِنْهُ ثَمَانِيَةَ عَشَرَ يَوْمًا نَادَى مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ: قَدْ غُفِرَ لَكَ فَاسْتَأْنِفِ الْعَمَلَ)) . 

Telah mengkhabarkan kepada kami,Asysyaikh al Imam Hibatullah dengan sanadnya, dari Maimun bin Mahran dengan sanadnya dari Abu Dzarr radhiyallaahu 'anhu, dari Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam, bahwasanya beliau bersabda : Barang siapa berpuasa pada awal bulan Rajab maka membandingi puasa satu bulan. Barang siapa berpuasa tujuh hari, maka ditutup darinya pintu jahannam yang tujuh. Barang siapa berpuasa delapan hari maka dibuka untuknya pintu syurga yang delapan. Barang siapa berpuasa sepuluh hari maka Allah mengganti kejelekan orang tsb dengan kebaikan. Barang siapa berpuasa delapanbelas hari maka ada penyeru yang memanggil dari langit, kamu telah diampuni, makanya mulailah beramal. 

وَأَخْبَرَنَا الشَّيْخُ الْإِمَامُ هِبَةُ اللهِ بِإِسْنَادِهِ عَنْ سَلَامَةَ بْنِ قَيْسٍ يَرْفَعُهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (( مَنْ صَامَ أَوَّلَ يَوْمٍ مِنْ رَجَبٍ كَفَّرَ اللهُ عَنْهُ ذُنُوْبَ سِتِّيْنَ سَنَةً، وَمَنْ صَامَ خَمْسَةَ عَشَرَ يَوْمًا حَاسَبَهُ اللهُ حِسَابًا يَسِيْرًا ، وَمَنْ صَامَ ثَلَاثِيْنَ يَوْمًا مِنْ رَجَبٍ كَتَبَ اللهُ تَعَالَى لَهُ رِضْوَانَهُ وَلَمْ يُعَذِّبْهُ ) 

Telah mengkhabarkan kepada kami, Asysyaikh al Imam Hibatullah ddengan sanadnya, dari Salaamah bin Qais, beliau memarfu'kanya kepada nabi shallallaahu 'alaihi wasallam : Barangsiapa yang berpuasa dihari pertama di bulan Rajab maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya selama enampuluh tahun. Barang siapa berpuasa limabelas hari maka Allah akan menghisabnya dengan hisab yang mudah. Barang siapa berpuasa tigapuluh hari dari bulan rajab maka Allah SWT menulis untuknya keridhaan-Nya dan tidak akan menyiksa orang tsb. 

➤Khusus tentang kelebihan awal malam bulan Rajab Imam Syafii meriwayatkan :

 وبلغنا أنه كان يقال إن الدعاء يستجاب في خمس ليال في ليلة الجمعة وليلة الأضحى وليلة الفطر وأول ليلة من رجب وليلة النصف من شعبان Telah sampai riwayat kepada kami bahwa dikatakan do`a dikabulkan pada lima malam; pada malam jum`at, malam hari raya Adha, malam hari raya fihtri, awal malam bulan Rajab dan malam nisfu Sya`ban (Imam Syafii, al-Umm jilid 1 hal 254 Cet. Dar Fikr th 2009) 


DZIKIR DAN BACAAN DI BULAN RAJAB

 Syaikh Abdul Qadir Al-Jailaniy RA dalam kitab Al-Gunyah mengatakan, bahwa untuk do’a pada malem Rajab, maka berdo’a 

إلهي تعرض إليك في هذه الليلة المتعرضون . وقصدك القاصدون . وأمل معروفك وفضلك الطالبون . ولك في هذه الليلة نفحات ومواهب وعطايا تمن بها على من تشاء من عبادك . وتمنعها عمن لم تسبق له منك عناية . وها أنا عبدك الفقير إليك المؤمل فضلك ومعروفك . فجد علي بفضلك ومعروفك يا رب العالمين 

Ya Allah Tuhanku, pada malam ini, hamba-Mu yang mengharapkan rahmat-Mu beribadah pada-Mu. Hamba-Mu yang menuju pada-Mu melakukan amal untuk-Mu. Hamba-Mu yang mengharapkan-Mu benar-benar menginginkan kebaikan dan anugerah-Mu. Ya Allah, di mala mini, hanya bagi-Mu semata segala anugerah dan pemberian rahmat kasih sayang yang Engkau berikan pada hamba-Mu yang Engkau kehendaki. Dan tidak Engkau berikan pada orang yang telah Engkau kehendaki celaka. Ya Allah, aku hamba-Mu yang senantiasa faqir dan mengharapkan anugerah dan kebaikan-Mu. Maka limpahkanlah kepada hamba-Mu yang miskin ini anugerah dan kebaikan-Mu.

 عن النبي صلى الله عليه وسلم من قال كل يوم من العشر الأول من رجب : سبحان الحي القيوم مائة مرة وكل يوم من العشرة الثاني مائة مرة : سبحان الله الأحد الصمد ومن العشر الثالث مائة مرة : سبحان الله الرءوف لم يصف الواصفون ما يعطى من الثواب 

Baginda Nabi SAW bersabda :Barang siapa pada bulan Rajab, setiap hari mulai tanggal 1 sampai 10 mengucapkan 100 kali bacaan :

سبحان الحي القيوم

Maha Suci Allah Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri.

setiap hari mulai tanggal 11 sampai 20 mengucapkan 100 kali bacaan :

سبحان الله الأحد الصمد

Maha Suci Allah Dzat Yang Maha Esa Dzat Yang Maha Mencukupi segala kebutuhan hamba-Nya.

setiap hari mulai tanggal 21 sampai akhir Rajab mengucapkan 100 kali bacaan :

سبحان الله الرءوف

Maha Suci Allah Dzat Yang Maha Belas kasih sayangMaka akan diberi pahala agung yang tidak bisa disifati/diketahui oleh siapapun

 سئل النبي صلى الله عليه وسلم عمن عجز عن صيام رجب ما يصنع قال يتصدق كل يوم برغيف قيل فإن لم يجده قال يقول سبحان من لا ينبغي التسبيح إلا له سبحان الأعز الأكرم سبحان من له العز وهو له أهل 

Baginda Nabi SAW ditanya tentang orang yang tidak mampu puasa Rajab, apakah yang dia lakukan sebagai gantinya ?Maka Beliau SAW menjawab : “Hendaknya bersedekah setiap hari dengan sepotong roti”. Kemudian ditanyakan lagi bagaimana jika tidak mampu setiap hari bersedekah sepotong roti. ?Maka Beliau SAW menjawab : “Hendaknya dia mengucapkan tasbih

 سبحان من لا ينبغي التسبيح إلا له سبحان الأعز الأكرم سبحان من له العز وهو له أهل 

Maha Suci Allah SWT Dzat Yang tiada pantas tasbih kecuali kepada-Nya. Maha Suci Allah SWT Dzat Yang Maha Mulia dzat Yang Maha Dermawan. Maha Suci Allah SWT Dzat Yang kemuliaan hanya bagi-Nya semata, dan Dia-lah yang berhak memilikinya.

 عن النبي صلى الله عليه وسلم من قال في رجب وشعبان ورمضان فيما بين الظهر والعصر أستغفر الله العظيم الذي لا إله إلا هو الحي القيوم وأتوب إليه توبة عبد ظالم لا يملك لنفسه ضرا ولا نفعا ولا موتا ولا حياة ولا نشورا، أوحى الله تعالى إلى الملكين أحرقوا كتاب سيئاته من ديوان صحيفته 

Baginda Nabi SAW bersabda :Barang siapa yang pada bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadlan, antara waktu dhuhur dan Ashar senantiasa membaca istighfar : 

أستغفر الله العظيم الذي لا إله إلا هو الحي القيوم وأتوب إليه توبة عبد ظالم لا يملك لنفسه ضرا ولا نفعا ولا موتا ولا حياة ولا نشورا 

Aku mmohon ampunan kepada Allah SWT Dzat Yang Maha Agung Dzat Yang tiada Tuhan melinkan Dia, Dzat Yang Maha Hidup, Dzat Yang Maha Berdikari. Dan aku taubat (kmbali) kepada-Nya dengan taubat yang sesungguhnya sebagai hamba yang dholim (aniaya), hamba yang tiada memiliki manfaat ataupun madlorot pada dirinya, juga tiada memiliki kehidupan, kematian dan kebangktan untuk dirinya..Maka Allah SWT printahkan kepada malaikat pencatat amal agar memusnahkan catatan amal jeleknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar